Kamis, 16 Januari 2014
SEJARAH TENIS MEJA DI INDONESIA
Permainan tenis meja di Indonesia di kenal pada tahun 1903. Pada masa ituhanya golongan tertentu dari golongan pribumi yang dapat latihan. Pada tahun 1939 sebelum perang dunia pecah tokoh-tokoh pertenismejaan mendirikan PPPSI(Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia). Pada tahun 1958 dalam kongresnya diSurakarta PPPSI berubah menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia).Tahun 1960 PTMSI telah menjadi anggota TTFA. PTMSI sangat pesat perkembangannya dapat dilihat dari banyaknya perkumpulan tenis meja berdiri,misalnya di : PORDA, PON, POMDA, PORSENI di tingkat SD, SLTP, SLTA danlain-lain. Indonesia selalu diundang dalam kejuaraan kejuaraan dunia resmi setelahIndonesia terdaftar sebagai anggota ITTF pada tahun 1961.
Sidespin (Pukulan gesek bagian samping bola)
Ketika melakukan pukulan ini, lari bola akan sejajar dengan tanah mengarah ke sisi kiri atau kanan. Bola akan jatuh dengan kecepatan yang sama dengan pukulan tanpa gesek hanya saja bola akan lari melengkung ke kiri atau ke kanan di udara.
Pukulan sidespin bisa dikombinasikan dengan topspin atau backspin. Jika dikombinasikan dengan topspin dan sidespin maka bola pantul akan lebih cepat dan melengkung ke kiri atau ke kanan. Jika dikombinasi dengan backspin dan sidespin maka bola akan memantul pelan dan melengkung kekiri dan kekanan.
Tipe pukulan ini sedikit menyulitkan lawan karena ada efek lengkung saat bola memantul dari permukaan meja. Namun bila kita tidak jeli saat melakukan pukulan ini, lawan yang sudah siap dengan antisipasi topspin akan bisa mengembalikan bola lebih ganas atau dengan sidespin yang lebih keras.
Latihan yang rutin akan membantu seorang pemain untuk mampu melakukan akurasi pukulan topspin, backspin maupun sidespin dan mengenal jenis pengembalian bola yang dimungkinkan oleh lawan sehingga pemain bisa lebih siap mengatasi kemungkinan bola balik dari lawan.
Topspin - (Pukulan gesek bagian atas bola)
Dengan pukulan Topspin akan dihasilkan putaran bola searah dengan laju larinya bola. Bola yang dihasilkan dari pukulan ini umumnya memutar kebawah (menunjukkan bahwa bola habis dipukul hampir secara horizontal dari bagian atas bola). Pukulan ini akan menghasilkan bola yang memantul keras ke arah meja lawan.
Untuk pemain tingkat mahir atau profesional, dengan mengeluarkan tenaga besar dengan sudut yang pas, pukulan ini bisa mengembalikan dan mengarahkan bola yang sudah berada di bawah net, kembali dan mendarat di meja lawan. Variasi kecepatan dan putaran bola sangat bergantung pada kekuatan memukul dan sudut raket saat melakukan pukulan. Kejelian pemain sangat dibutuhkan untuk melakukan pukulan ini. Pemain harus cerdik saat melakukan pukulan topspin untuk menghasilkan nilai. Bila tidak, bisa jadi pukulan topspin yang dilakukan akan menjadi bumerang bagi pemain itu sendiri.
Dengan block yang pas maka bola kembali atau bola balik akibat pukulan topspin bisa lebih keras dan menyulitkan pemain itu sendiri. Jadi harus diperhitungkan saat seorang pemain memutuskan untuk melakukan topspin. Perlu diperhatikan bahwa pada sebuah pertandingan, pemain harus tetap siap dengan antisipasi dan footwork yang baik untuk segala kemungkinan bola balik yang muncul.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar